NABIRE –Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebesar 90,72 % rata-rata nasional, alias terbaik kedua setelah Kalimantan Selatan. Hanya saja, untuk realisasi belanja (penyerapan) masih terbilang minim, yakni sebesar 42,22%, alias peringkat ketiga terbawah dari 38 provinsi. 

Hal ini seperti dikemukakan Plh. Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP., MM selaku pembina saat apel gabungan yang dilaksanakan Senin (27/11/23) di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah.

"Ini diibaratkan rumah tangga, tabungannya banyak. Apabila realisasi belanja sangat jauh dari yang diharapkan, artinya pelayanan kita kepada masyarakat tidak maksimal. Minggu ini harus sudah melewati 50 %, setiap minggu harus naik sebesar rata-rata 5 %. Terutama pekerjaan pihak ketiga agar terus dipercepat menjelang berakhiranya tahun anggaran 2023,” tuturnya.

Saat apel Plh. Sekda Damanik juga menyampaikan terkait penyusunan APBD tahun anggaran 2024. Kata dia, per hari ini KUA dan PPAS sudah harus final. Selain itu, bagi OPD yang sudah selesai sampai dengan sub kegiatan agar melanjutkan ke penyusunan rincian belanja. Untuk selanjutnya akan dilaksanakan finalisasi dengan TAPD, untuk dilanjutkan dengan penginputan dalam SIPD.

“Agenda sangat padat, diharapkan kerja keras kita semua. Seluruh agenda ini harus selesai pada minggu ini,” tekannya.

Lebih lanjut dikemukakan, pada Rabu (29/11/23) akan dilaksanakan HUT ke-1 Provinsi Papua Tengah. Terkait agenda ini, kata dia, seluruh OPD dan ASN Pemprov Papua Tengah mengikuti seluruh rangkaian acara.

“Tingkatkan kekompakan dalam tim kerja pada masing-masing OPD dan seluruh OPD saling bekerjasama untuk jalannya pemerintahan di Provinsi Papua Tengah,” harapnya. (rob)