NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) berkomitmen mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif untuk menjaga kondusivitas wilayah. Langkah ini diambil guna meredam potensi konflik pascalahirnya dinamika di Kabupaten Intan Jaya terkait meninggalnya almarhumah Ibu Markiana Dwitau.
Sebagai bentuk respons cepat dalam penggalangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Dir Intelkam Polda Papua Tengah mengutus perwakilan khusus, PS. Panit 2 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Papua Tengah, John F. Saukoly, S.T., M.M. Ia secara khusus menemui Kepala Suku Besar Moni Papua Tengah, Yakobus Kobogau, di kawasan Wonorejo, Nabire, pada Kamis (16/7/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, perwakilan Polda Papua Tengah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah Markiana Dwitau. Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat suku Moni, baik yang berada di Nabire maupun Intan Jaya, untuk menyikapi situasi secara bijak dan tenang. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya di media sosial maupun lingkungan sekitar.
Langkah proaktif dan perhatian dari jajaran Polda Papua Tengah ini pun disambut baik oleh Kepala Suku Besar Moni Papua Tengah, Yakobus Kobogau. Dirinya menyatakan komitmen penuh untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan mengawal aspirasi warga secara bermartabat. Yakobus juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat suku Moni agar menahan diri dan tetap menjaga ketertiban umum, khususnya di Kota Nabire.
Komunikasi kamtibmas ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Papua Tengah dalam mengedepankan asas kekeluargaan dan kemitraan dengan para tokoh adat. Melalui ruang dialog yang konstruktif ini, diharapkan kedamaian dan keamanan bersama di bumi Papua Tengah dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (ist/wan)