Reog Ponorogo Tandai HUT Kampung Wadio
NABIRE – Reok Ponorogo yang tampil di depan Kantor Kampung Wadio, Distrik Nabire Barat, Kamis (23/11) sebagai tanda Hari Ulang Tahun
Bagikan
NABIRE – Reok Ponorogo yang tampil di depan Kantor Kampung Wadio, Distrik Nabire Barat, Kamis
(23/11) sebagai tanda Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Wadio ke35. Sedangkan
puncak acara HUT Satuan Pemukiman (SP) III ini akan dirayakan pada Sabtu
(25/11) malam dilanjutkan dengan silahturahmi antar umat beragama pada Minggu
(26/11) siang, usai ibadah Minggu. Kepala Kampung Wadio, Nariyadi di sela-sela menyaksikan Reok Ponorogo mengatakan penampilan
Reok Ponorogo ini sesuai permintaan tua-tua masyarakat yang meminta agar pada
hari peringatan, 23 November, jangan lewat begitu saja tetapi harus ada acara
ritual sehingga Reok Ponorogo ini merupakan bagian dari acara ritual khusus. Nariyadi menambahkan, selain penampilan Reok Ponorogo di depan kantor kampung, para
tua-tua akan mengadakan ritual di dalam dan keliling kampung agar kampung ini
tetap aman dan tentram. Ketua Panitia HUT Kampung Wadio ke-35, M Ashori mengatakan puncak peringatan akan dirayakan pada
Sabtu (25/11) yang akan diawali dengan Salawat Nabi (doa bersama) dilanjutkan
dengan pengajian serta penampilan Qasidah. “Saya undang Kiai dari kota, kiai
dari Masjid Al Falah,” jelas Ashori. Ia menambahkan, selain dua kegiatan keagamaan, untuk memeriahkan hari ulang tahun, panitia akan
menggelar pertandingan gaplek (domino) antar warga dan panggung hiburan. Semua
kegiatan ini akan dipusatkan di halaman kantor Kampung Wadio. Ashori didampingi Kepala Kampung Nariyadi mengatakan peringatan ulang tahun pemukiman warga
transmigran di SP III, sudah berusia 35 tahun. Perayaan peringatan tahun ini
agak berbeda dari sebelumnya, karena tahun ini tidak ada pungutan sumbangan
dari warga. Biaya penyelenggaran peringatan ulang tahun ini yang bertemakan
‘Kita Tingkatkan Kebersamaan untuk Membangun Kampung Wadio jadi Kampung
Unggulan” ini ditanggung kepala kampung. “Kalau kegiatan tahun-tahun lalu, ada
pungutan dari warga tetapi tahun ini tidak ada, semuanya ditanggung dari
kampung,” kata Ashori. Ia menambahkan, selain kegiatan malam hiburan untuk warga, pernik-pernik hari bersejarah bagi
warga Kampung Wadio ini juga dilanjutkan pada Minggu (26/11) siang. Usai jam
ibadah Minggu, panitia akan menggelar panggung hiburan dengan menampilkan
qasidah dan reok Ponorogo. Hiburan untuk warga ini akan dirayakan pada hari
Minggu usai jam ibadah ini untuk menghargai 3 agama yang dianut warga, yakni
Islam, Budha dan Kristen.(ans)
Bagikan artikel ini



