Romo Puspo: “Kebenaran akan Memerdekakan Kamu”
NABIRE - Masih dalam bulan pra Paskah yang kedelapan, Minggu (13/5), Gereja Katolik Santo Antonius Bumiwonorejo dalam misa pagi yang dipimpi
Bagikan
NABIRE - Masih dalam bulan pra Paskah yang kedelapan, Minggu (13/5), Gereja Katolik Santo Antonius Bumiwonorejo dalam misa pagi yang dipimpin Romo Puspo mengangkat tema “Kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Bertepatan dengan tanggal 13 Maret kemarin adalah hari komunikasi sedunia. Dalam homoli Romo yang sangat yakin, komunikasi bagian dari rencana Allah, jalan utama menjalin persahabatan. Kita diciptakan Allah, maka kita mengungkapkan atau membagi hal–hal yang baik, indah dan benar. Kalau kita setia pada rencana Allah, maka komunikasi menjadi sarana efektif. Kebenaran dan kebahagian secara bertangung jawab melalui sarana tersebut. Menurut romo, saat ini dunia komunikasi dibolehkan dengan penyebaran berita bohong. Kenyetaan ini mengundang kita berrefreksi untuk itu pesan komunikasi sosial demi pelayanan sosial. Termasuk demi pelayanan kebenaran, maksudnya mendorong kita bersama membendung penyebaran berita bohong. Kita mengangkat martabat jurnalisme bertanggung jawab pada jurnalis. Menyampaikan kebenaran apa yang menjadi fakta. Apa yang palsu berita tentang palsu, tanpa memutar balikkan data yang fakta. Pembaca dan pendengar mesti puas dengan berita ulasan jurnalis “sangat dibutuhkan kalayak itu, tujuan apa mempengaruhi suatu keputusan politik, seperti sekarang kita lihat ramai dengan Pilkada ini. Lanjut Romo, politik kepentingan ekonomi mengelabui seolah–olah berita yang benar dan masuk akal. Cerita yang tidak benar dapat menyebar dengan cepat, berita bohong wujud dari arogansi kebencian. Kita semua bertanggung jawab menangkal berita palsu. Kita mesti kritis semua informasi komunikasi. Romo sebutkan, handphone atau alat elektoronik cetak secara umum, pribadi kita adalah melalui mulut kata–kata tindakan penekanan tak cepat menerima. Pencernaan terus menerus oleh bahasa bohong berakhir pada gelapnya kehidupan batin kita. Tak lagi mengenal dalam diri kita, tak lagi mengenal kebenaran. sehingga Romo Puspo mengajak dalam homili itu, untuk dapat menangkal berita bohong. Tunjukkan kebenaran dalam kekritenan kita. Jadi kebenaran diartikan secara fundamental, dalam pengertian ini, Tuhanlah yang menjadi fundamental dalam hidup kita. Sungguh–sungguh diandalkan dan dipercaya, maka Yesus berkata ‘Akulah kebenaran dan hidup. Dia yang mengasihi kita, apabila kita menemukan kebenaran itu “kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Bebas dari kepalsuan.Dalam persekutuan antar manusia memohon kepada bapanya dasar kasih. Komunikasi yang bagus dibangun kasih satu kepada yang lain. Model komunikasi yang terbentuk, kita semua menyadari pentinnya komunikasi. Tak hanya dengan aneka kata kosong, komunikasi yang disertai kenangan kasih mengolah dan mendengarkan dengan baik, jelas akan mempersatukan setiap pribadi orang. Juga bersatu dengan Tuhan, sederhananya mari kita benahi komunikasi yang baik dalam keluarga. “Menumbuhkan, membawah kebaikan persaudaraan dan persahabatan, dalam menyebarkan informasi yang benar,” kata Romo Puspo.(don)
Bagikan artikel ini



