NABIRE – Pengurus Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar (RPM Simapitowa) berencana akan menggelar turnamen sepak bola piala bergilir (Simapitowa cup v) beberapa waktu ke depan di Modia, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai. Ketua umum RPM Simapitowa, Hengki Mote mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar turnamen Simapitowa cup V bulan ini sampai Agustus nanti.  “Kami akan gelar turnamen tanggal 15 Juli hingga bukan Agustus,” ujar Hengki saat ditemui di Nabire, Kamis (10/7). Dikatakan Hengki, selain turnamen sepak bola, ada juga akan beberapa kegiatan lain seperti pertandingan bola voli, kartu yoker, Bola guling, serta beberapa kegiatan lain untuk mengisi ke turnamen. "Bukan hanya bola kaki tapi ada juga kegiatan tambahan lain,” kata Mote. Dijelaskan Hengki Mote, sebelum turnamen Simapitowa, kegiatan serupa telah dilakukan pihaknya beberapa tahun sebelumnya. Tujuan kegiatan adalah untuk menghimpin dana guna membangun asrama bagi mahasiswa Dogiyai kota study Jayapura. Ia bilang, dana yang terkumpul dari kegiatan sebelumnya Rp. 125.000.000. Dana tersebut telah digunakan untuk membeli sebidang tanah di Abapura, jayapura dengan ukuran, panjang 150 meter dan lebar 35 meter seharga. Maka, pertandingan dan kegiatan  kegiatan berikutnya akan dipakai untuk membangun sebuah bangunan di lahan tersebut. "Kami kumpul uang dari beberapa kegiatan ini untuk membangun asrama bagi mahasiswa Dogiyai di Jayapura.  Sebab selama ini mereka  masih belum punya asrama dan kos sana sini," ujarnya. Menurut Hengki, ada beberapa kendala dalam mempersiapkan turnamen. Seperti waktu yang mepet serta kurangnya pembiayaan. Namaun, walau demikian pihaknya optimis dapat mensukseskan kegiatan karena campur tangan Tuhan. "Kami sangat optimis berhasil. Sebab tujuan kami adalah harus ada asrama untuk menampung adik  adik yang akan lanjut sekolah di sana," tuturnya. Lanjutnya, keinginan membangun asrama secara swadaya adalah ide para mahasiswa senior. Tujuannya agar para mahasiswa mendapat tempat penampungan yang layak untuk mencari ilmu. Sebab ilmu yang didapat adalah untuk membangun kampungnya kelak. "Jadi apa yang kami buat ini untuk generasi Dogiyai ke depannya. Untuk anak cucu yang ingin sekolah di sana," ucapnya. Ketua panitia turnamen, Rijon Dogomo, menambahkan bahwa hal ini adalah tugas dan tanggung jawab yang harus di selesaikan. "Maka diharapkan kepada seluruh panitia untuk dapat bekerja sesuai yugas dan tanggung jawabnya demi suksesnya dan cita cita membangun asrama," tandasnya. Keduanya meminta kepada Pemkan Dogiyai agar dapat membantu pelaksanaan turnamen serta memperhatikan mahasiswa  mahasiswi yang menempu pendidikan di kota study jayapura. (pas)