NABIRE - Karena ada kerusakan sejumlah ruangan dan kekurangan fasilitas penunjang, hingga saat ini proses belajar mengajar di SD YPK Ora Et Labora Kampung Yaur, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, dikabarkan belum berjalan. Kerusakan sejumlah ruangan diinformasikan terjadi sejak tahun 2018 lalu. Informasinya, kerusakan ini sudah disampaikan kepada pihak yayasan (YPK) dan juga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.  


Hal ini seperti disampaikan salah seorang guru honor di SD YPK Ora Et Labora Yaur, Lenora Honba, S.Pd, saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire, Rabu (17/7/24).


Lenora Honba menjelaskan, ada 3 ruang kelas yang rusak dari total 6 ruang kelas yang ada. Di 3 ruang kelas itu terjadi kerusakan pada plafon, pintu-pintu, serta meja dan kursi.  Kerusakan juga terjadi pada rumah dinas kepala sekolah dan juga WC sekolah.


"Kerusakan itu sudah kami laporkan ke yayasan juga ke dinas pendidikan kabupaten. Namun sampai saat ini belum ada informasi kapan akan ada perbaikan. Ruang kantor juga tidak bisa difungsikan karena sudah tidak ada lemari maupun meja kursi," tuturnya.


Disinggung soal belum berjalannya proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini, jawab Lenora, selain adanya kerusakan sejumlah ruang kelas, pihak sekolah juga membutuhkan kelengkapan pembelajaran lainnya. Pada tahun pelajaran sebelumnya, 3 ruang kelas yang masih bisa digunakan dilakukan pembongkaran sekat ruangan untuk dijadikan satu ruangan. Dalam satu ruangan itu sebelumnya digunakan untuk melakukan proses belajar mengajar siswa kelas 1 hingga kelas 6.


“Kita pernah gabung jadi satu ruangan untuk melakukan pembelajaran. Namun saat ini kita membutuhkan sarana pendukung pembelajaran seperti spidol, papan tulis dan juta meja kursi.


Konfirmasi media ini kepada pihak yayasan maupun ke Dinas Pendidikan Nabire melalui pesan WA terkait persoalan yang terjadi di sekolah itu, belum mendapat jawaban. (ros)