NABIRE - Rumah BUMN Nabire kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan menggelar pelatihan bertajuk ‘Membangun Kepercayaan dalam Hubungan Bisnis’. Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Pemuda Nabire ini merupakan bagian dari upaya Rumah BUMN Nabire untuk memperkuat kapasitas para mitra binaan, khususnya dalam membangun relasi bisnis yang solid dan berkelanjutan. Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan pihak profesional, menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Laporan kegiatan Rumah BUMN Nabire tahun 2025 yang disampaikan oleh Sekretaris Rumah BUMN Nabire, Nining Sulastri Talantan, menguraikan beberapa poin penting. 

Pertama, pelatihan serupa akan dilaksanakan sebanyak 12 kali sepanjang tahun, sesuai dengan instruksi dari Rumah BUMN PLN Pusat. Tahap pertama telah dimulai pada bulan Juni ini dengan tiga kali pertemuan, dan sembilan pertemuan sisanya akan dilaksanakan setiap bulan.

Kedua, jumlah total mitra binaan Rumah BUMN Nabire hingga tahun 2025 mencapai 65 mitra. Dari jumlah tersebut, 55 mitra tergolong aktif, sementara 10 mitra lainnya tidak aktif. Untuk pelatihan hari ini, Rumah BUMN Nabire mengundang 30 mitra binaan yang diharapkan dapat menyerap materi dengan maksimal.

Ketiga, mitra binaan Rumah BUMN Nabire terbagi dalam tiga kategori usaha utama, yaitu fashion, kerajinan (craft), dan makanan (food). Pengkategorian ini selaras dengan instruksi dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN pusat, yang bertujuan untuk fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal.

Keempat, Nining Sulastri Talantan juga menyampaikan, target penambahan mitra binaan Rumah BUMN Nabire tahun 2025 sebanyak 8 mitra. Hingga bulan Juni ini, baru 3 mitra binaan yang terdaftar. "Kita masih kekurangan 5 target mitra binaan lagi," ujar Nining dalam sambutannya. 

Ia pun menghimbau para mitra binaan yang hadir untuk mengajak rekan atau kenalan mereka bergabung dengan rumah BUMN, tentunya dengan tetap mengikuti standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh PLN.

Sambutan selanjutnya datang dari narasumber, Drs. H. Sukirman, yang mengapresiasi kontribusi PLN dalam pembinaan UKM dan peran krusial koordinator Rumah BUMN Nabire. Pihaknya menekankan pentingnya bagi para pelaku usaha di Nabire untuk terus berinovasi dan tidak ‘ketinggalan kereta’. 

"Dulu Nabire dikenal kota kecil, kota singkong, kota emas. Sekarang ibu kota provinsi tentu tantangannya banyak, peluangnya pun ada," tutur Sukirman.

Ia mengajak seluruh peserta untuk meraih peluang bersama dengan mengoptimalkan kompetensi masing-masing serta menghadapi tantangan melalui kerja sama tim yang solid. 

Sukirman juga berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, bukan hanya sekadar hadir, melainkan menjadikannya motivasi untuk meningkatkan usaha yang sedang ditekuni. 

"Siapa yang tidur, ia akan bermimpi. Siapa yang bermimpi hanya mimpi doang tapi tidak pernah kenyataan. Dan siapa yang berusaha hari ini, maka akan dicapai hasil yang diinginkan," tegasnya.

Sukirman menambahkan bahwa di samping usaha keras, para pelaku usaha juga akan menghadapi berbagai tantangan dan kendala. Oleh karena itu, ia selalu memperbarui materi pelatihannya agar relevan dengan kondisi terkini dan kebutuhan para usahawan muda atau mitra rumah BUMN. Harapannya, materi yang disampaikan dapat membekas dan membawa hasil signifikan dalam pengembangan usaha para peserta.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka Manager PLN UP3 Nabire, Rakhel Monika Rumbewas. Dalam sambutannya, Rakhel kembali menegaskan pengertian dan tujuan dari Rumah BUMN PLN. 

Menurutnya, Rumah BUMN PLN merupakan wadah yang membantu pelaku usaha dalam menjual produknya, baik secara daring maupun luring. Lebih dari sekadar tempat penjualan, rumah BUMN juga berperan sebagai pusat pembelajaran melalui pelatihan, tempat pembinaan UKM menuju ‘Go Modern Digital,’ ‘Go Online dan Go Global’.



Selain itu, rumah BUMN juga menjadi tempat berbagi ilmu antar UKM, pusat pengembangan UKM serta pusat informasi program kemitraan dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Rakhel menambahkan bahwa Rumah BUMN ini dibentuk berdasarkan instruksi dari menteri BUMN dan dana operasionalnya berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL PLN.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para mitra binaan Rumah BUMN Nabire dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam membangun kepercayaan dalam hubungan bisnis, memperluas jaringan dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan usaha mereka ke level yang lebih tinggi.(sam/amd)