NABIRE - Rumah BUMN Nabire tengah gencar menerapkan strategi inovatif untuk mencapai target mitra binaan mereka. Pendekatan ini berfokus pada pemanfaatan jaringan yang sudah ada, dengan harapan dapat menarik lebih banyak pelaku usaha berkualitas untuk bergabung. 

Hal ini seperti disampaikan Sekretaris Rumah BUMN Nabire, Nining Sulastri Talantan, usai kegiatan di kantornya, Selasa (24/06/2025) kemarin.

Strategi utama yang diusung adalah mengajak mitra-mitra yang sudah lebih dulu bergabung untuk menarik relasi-relasi mereka yang bergerak di bidang usaha serupa. "Kita mengajak mitra-mitra kita sudah ada di dalam, sudah bergabung, jadi otomatis punya relasi-relasi yang se-usaha dengan itu bisa tahu," kata Nining. Harapannya, efek bola salju ini akan memperluas jangkauan Rumah BUMN Nabire dalam waktu singkat.

Nining menegaskan, Rumah BUMN Nabire memiliki kriteria khusus dalam memilih mitra binaan baru. Mereka tidak mencari usaha yang baru merintis. Sebaliknya, yang dicari adalah usaha yang sudah mapan dan memiliki rekanan di luar. 

"Kami minta usaha-usaha yang diajak jangan yang baru merintis, kalau sudah di atasnya yang sudah punya rekanan-rekanan di luar," jelasnya.

Kategori usaha yang menjadi fokus adalah usaha menengah, namun tetap harus sesuai dengan kategori yang ditetapkan oleh PLN. Saat ini, Rumah BUMN Nabire hanya menerima tiga kategori usaha, yaitu fashion, kerajinan, dan makanan. Kriteria ini ditetapkan secara ketat untuk memastikan kesesuaian dengan Tupoksi yang telah dicanangkan oleh PLN pusat.

Dengan demikian, jenis usaha seperti kios, petani dan nelayan tidak termasuk dalam program pembinaan Rumah BUMN Nabire. "Kalau di luar dari itu kita tidak bisa terima untuk bergabung, contohnya macam kios, petani, dan nelayan, kami tidak mengajak,” tegas Nining. 

Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga fokus dan efektivitas program pembinaan. Strategi ini mencerminkan upaya Rumah BUMN Nabire untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat dan saling mendukung. 

Dengan memprioritaskan usaha yang sudah memiliki fondasi, diharapkan para mitra binaan dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian lokal. Pendekatan yang selektif ini juga menunjukkan komitmen Rumah BUMN Nabire untuk memberikan pembinaan yang terarah dan tepat sasaran.

Melalui sinergi antar-mitra dan fokus pada kategori usaha tertentu, Rumah BUMN Nabire optimis dapat mencapai target mitra binaan yang telah ditetapkan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing di Nabire. Keberhasilan strategi ini akan menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan UMKM di wilayah tersebut.(sam)