NABIRE - Sekolah SD YPK I.S. Kijne Wadio mengadakan acara ibadah dan syukur dalam rangka penamatan dan pelepasan siswa dan siswi kelas VI tahun pelajaran 2023-2024. Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana, namum meriah itu, berlangsung di halaman Sekolah SD YPK I.S. Kijne Wadio, Senin (03/06/2024).


Dalam sambutannya Kepala SD YPK I.S. Kijne Wadio, Joko Sutomo, S.Pd.SD menyampaikan, peserta ujian tahun ini sebanyak lima puluh sembilan, diantaranya tiga puluh anak laki-laki dan dua puluh sembilan anak perempuan. Ujian praktek dan tertulis yang dilaksanakan oleh lima puluh sembilan anak ini dijalankan dengan baik.


"Perlu saya sampaikan kepada anak-anak beserta wali murid yang hadir diacara ini, meskipun melaksanakan acara penamatan dan pelepasan anak didik kita, hasil dari kelulusan anak-anak kita masih belum bisa,"katanya


Kata Joko Sutomo, Dinas Pendidikan Nabire akan menetapkan hasil kelulusannya pada tanggal 10 Juni 2024, serta akan dibagikan surat keterangan lulus pada hari yang sama, sehingga dengan surat keterangan lulus bisa mendaftar sekolah kejenjang berikutnya.


"Mudah-mudahan kelima puluh sembilan anak didik kami ini bisa dinyatakan lulus semua, serta anak-anak yang akan lulus nanti supaya menjadi anak yang baik dan berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara,"tuturnya.


Sebelum melanjutkan sekolah kejenjang berikutnya kepala sekolah berpesan, tetaplah semangat untuk belajar, agar bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak. Serta bisa menjaga nama baik guru dan  sekolah ketika sudah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.


"Serta pesan saya kepada wali murid, berilah kesempatan kepada anak-anak untuk bisa melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi, agar anak-anak bisa meraih apa yang dia cita-citakan, seperti menjadi pemimpin-pemimpin di wilayah Nabire khususnya wilayah Papua Tengah," ujarnya.


Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala PSW YPK Kabupaten Nabire, Drs. Barnabas Watopa, M.Si, menyampaikan, ketika anak-anak ada di YPK harus punya kelebihan dan keunggulan dalam nyanyi rohani, seruling emas, suara gembira dan baca Al-Kitab.


Kata Barnabas Watoa, dari sepuluh tahun yang lalu sudah menerapkan aturan untuk guru-guru yang ada di YPK supaya ada Kitab Injil di meja guru serta bisa nyanyi rohani didalam memulai pelajaran, agar mendapat perlindungan Tuhan dari gangguan iblis yang akan mengganggu pelajaran.


"Kalau pemerintah melarang guru untuk memukul siswa, tetapi untuk guru PSW bisa memukul siswa hanya bisa memukul di bagian kakinya dengan penuh kasih sayang, supaya siswa tidak akan berani untuk melawan guru ketika berbuat salah," katanya.


Abner Baab selaku ketua panitia acara Ibadah Syukur Penamatan dan Pelepasan siswa kelas enam, SD YPK I.S. Kine Wadio menyampikan, dana yang didapatkan untuk acara yang dilaksanakan dari iuran wali murid kelas enam sebanyak Rp5.900.000, dari masing-masing wali murid menyumbang dana sebanyak Rp100.000.


Ada juga sambutan dari salah satu murid kelas enam yang mewakili teman-temannya menyampaikan terimakasih kepada guru-guru yang telah memberikan pendidikan yang baik, yang selalu membimbing dan mengajarkan hal-hal yang baik.


"Maafkan kami selama enam tahun ini yang telah menyulitkan guru-guru, karena kenakalan kami, semoga ibu dan bapak guru selalu dilindungi tuhan dalam melaksanakan tanggung jawabnya untuk mencerdaskan anak bangsa," tambahnya.(amd)