SD YPK Ora Et Labora Yaur Butuh Perhatian Pemerintah
NABIRE - Sekolah Dasar (SD) YPK Ora Et Labora, Kampung Yaur sampai saat ini butuh perhatian serius pihak pemerintah daerah, karena dengan atap seng bocor dan plafon rusak, sebanyak 100 anak tetap bertahan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

NABIRE - Sekolah Dasar (SD) YPK Ora Et Labora, Kampung Yaur sampai saat ini butuh perhatian serius pihak pemerintah daerah, karena dengan atap seng bocor dan plafon rusak, sebanyak 100 anak tetap bertahan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Dikatakan Bamuskam Yaur, Josepus Wami kepada wartawan, kondisi bangunan SD tersebut sampai saat ini mengalami kerusakan tambah parah, yang mana atap seng bocor dan plafon rusak, ditambah lagi kekurangan ruangan kelas dan kursi serta meja belajar.
Josepus Wami menambahkan, fasilitas menyangkut pendidikan di sekolah itu sangat dibutuhkan perbaikan, karena SD Ora Et Labora ini sudah tidak layak untuk digunakan kegiana belajar mengajar.
"Itu yang pertama, yang kedua kepada bupati dan dinas terkait kami minta sebagai Bamuskam dan kepada Dinas Pendidikan, bahwa waktu pelantikan Kepala SD YPK Ora Et Labora Yaur itu, sampai sekarang di mana kepala sekolah dan guru yang ditetapkan di kampung sebenarnya siapa," ujarnya.
Pasalnya sampai sekarang ini pihak masyarakat maupun Bamuskam tidak mengetahui siapa sebenarnya yang tugas untuk mengajar anak-anak yang jauh di pelosok jauh tersebut.
Dan selama ini yang terlihat di lapangan, bahwa kerelaan dari beberapa yayasan, yaitu Yayasan Tangan Pengharapan dan Indonesia Cerdas yang sekarang lagi mengabdi di Kampung Yaur.
"Jadi dimohon kepada bupati dan dinas pendidikan Nabire untuk menindaklanjuti tentang guru yang dikasih gaji dari pemerintah, mereka selama ini tidak pernah hadir dan mengabdi di kampung, harapan kami tidak mau tunggu lama, tapi secepatnya untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



