NABIRE – Sebaiknya, Bupati Nabire, Isaias Douw mewajibkan semua aparatur sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nabire untuk membawa noken setiap kali masuk kantor. Untuk itu, Bupati mengalokasi dana untuk noken melalui setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pimpinan dan staf membeli noken yang dianyam oleh mama-mama selama ini. Apabila usul ini diwujudkan Nabire bisa menjadi percontohan membawa noken ke kantor di Provinsi Papua. Usul tersebut disampaikan Pembina Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Papua, Abner Kalem di kediamannya, Selasa (29/8) pagi.Menurutnya, noken bermanfaat untuk mengisi segala keperluan yang sudah dipakai sejak nenek moyang kita di tanah Papua. Oleh karena itu, tradisi tersebut kita lestarikan dengan mewajibkan semua ASN di daerah ini untuk membawa noken saat ke kantor dan bekerja.Mantan anggota DPRD Kabupaten Nabire ini menambahkan, Bupati semestinya meminta kepada setiap OPD untuk menganggarkan belanja noken lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Apabila sudah ada anggaran, bupati mewajibkan setiap ASN untuk membawa noken ke kantor.Pembina Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Papua yang menggunakan noken sebagai logo yayasan ini mengatakan alasannya memilih noken karena noken sudah dipakai sejak turun temurun. “Saya waktu kecil, disembunyikan di dalam noken dan digantung di pohon, waktu perang untuk menyelamatkan nyawa saya. Karena itu, noken sudah dikenal sejak turun temurun,” tuturnya.Selain dikenal sejak turun temurun, kata Kalem, noken juga dipakai untuk membawa semua keperluan makan-minum dan kebutuhan lain. Noken bermanfaat ganda, untuk menjawab kebutuhan sehari-hari.Selain itu, Kalem menambahkan, noken sudah dikenal lama oleh masyarakat Papua. Oleh karena itu, yayasan yang bergerak untuk pemberdayaan masyarakat Papua melalui bidang sosial, pendidikan dan ekonomi kerakyatan ini memilih noken sebagai logo yayasan.Ketika ditanya, rencana yayasan kedepan, Kalem mengatakan akan konsultasi dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II B Nabire, model pendidikan dan pembinaan apa yang cocok diberikan kepada narapidana agar ketrampilan yang diperoleh selama menjalani tahanan pidana bisa dipraktekkan di luar setelah selesai masa tahanan. Dan perhatian kesehatan bagi warga binaan Lapas.Selain itu, Kalem mengatakan sedang memikirkan pendidikan dasar bagi anak-anak usia sekolah dengan memanfaatkan gedung gereja yang ada, tinggal menambahkan fasilitas. (ans)