NABIRE – Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire sudah menerapkan kurikulim tahun 2013 sejak tahun 2014 lalu. Untuk penyegarannya terus dilakukan implementasi Kurikulum K13 kepada Kepala Sekolah dan guru. Oleh sebab itu, Workshop Implementasi Kurikulum 2013 yang dilaksanakan di Nabire, pekan lalu, hanya untuk implementasi untuk guru dan kepala sekolah.Ketua Yayasan Arminiah Papua, pengelola Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire, Yosafat Nawipa,SPd lewat telepon selulernya, Minggu (3/11) mengatakan SLB Petra sudah menerapkan Kurikulum K13 pada tahun 2014 bersamaan dengan SLB lainnya di seluruh Indonesia. Karena, ada perintah dari Dirjen Pendidikan Luar Sekolah untuk menerapkan kurikulum K13 di sekolah, maka SLB Nabire sebagai salah satu SLB yang tersebar di Indonesia, sudah menyesuaikan penerapan kurikulum sesuai dengan tuntutan.Yosafat Nawipa menjelaskan, para guru dan kepala sekolah di SLB sudah pernah mengikuti pelatihan tentang kurikulum K13 bagi anak-anak luar biasa sehingga di sekolah menggunakan bahan pelajaran sesuai petunjuk penerapan kurikulum K13 bagi anak-anak berkemampuan khusus.Oleh sebab itu, Nawipa menambahkan, workshop implementasi Kurikulum K13 yang diikuti oleh kepala sekolah dan para guru dari SLB Petra dan SLB Negeri Uri dari Kabupaten Waropen hanya implementasi dan pendampingan. Dan implementasi serupa bukan kali ini tetapi, sudah diikuti oleh guru dan kepala sekolah SLB Petra secara perseorangan. Workshop Implementasi yang ditutup Sabtu (2/11) malam dengan melibatkan seluruh dan kepala sekolah dari dua SLB yang diselenggarakan di Nabire.Workshop Implementasi Kurikulum K13 bagi kepala sekolah dan para guru dari SLB Petra dan SLB Negeri Uri, Kabupaten Waropen ditutup oleh Ketua Yayasan Arminiah Papua yang juga sebagai Ketua Panitia, Yosafat Nawuipa setelah berlangsung selama tiga hari. (ans)