Sejarah PWI Penting dan Harus Diketahui Wartawan
NABIRE - Ketua PWI Papua Tengah, Lambert Palaklely, saat memberikan materi terkait dengan Sejarah PWI di Indonesia, pada pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Tengah, Rabu (26/06/2024), bertempat di Gedung Serbaguna LPP RRI Nabire, mengatakan sejarah PWI penting untuk diketahui oleh Wartawan, terutama bagi peserta OKK PWI Papua Tengah.

NABIRE - Ketua PWI Papua Tengah, Lambert Palaklely, saat memberikan materi terkait dengan Sejarah PWI di Indonesia, pada pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Tengah, Rabu (26/06/2024), bertempat di Gedung Serbaguna LPP RRI Nabire, mengatakan sejarah PWI penting untuk diketahui oleh Wartawan, terutama bagi peserta OKK PWI Papua Tengah.
Kata Lambert, bahwa PWI mempunyai sejarah penting dalam dunia kewartawanan di Indonesia. Kehadiran PWI di Indonesia adalah wujud nyata dari kehadiran wartawan yang juga ikut dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lanjutnya, PWI berdiri pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta atau Solo, dimana setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1946, tujuh bulan kemudian PWI juga hadir di Indonesia. Ini sejarah yang tidak bisa dilupakan bagi wartawan, apalagi bagi anggota PWI.
"Sejarah ini, kalau kita mau lihat berarti sejak sebelum kemerdekaan itu sebenarnya sudah ada wartawan, dan pasti pada saat ini wartawan mempunyai peran penting dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia melalui tulisan-tulisan di Surat Kabar atau Radio pada jaman itu, jadi kita harus bangga, karena organisasi kita itu sudah ada sejak awal kemerdekaan," tutur Lambert yang akrab disapa Om Bams.
Menurutnya, sejarah berdirinya organisasi wartawan ini bermula sejak masa kolonial Hindia Belanda. Mulanya adalah pembentukan 'Inlandsche Joernalisten Bond (IJB)' pada tahun 1914.
IJB merupakan perkumpulan wartawan sekaligus wadah persatuan dan advokasi bagi para jurnalis pribumi di tengah kehidupan kolonial saat itu. Perintis berdirinya IJB, antara lain tokoh jurnalis muda bernama Mas Marco Kartodikromo.
Sementara itu, salah satu peserta OKK yang diadakan oleh PWI Papua Tengah, Edi Sutrisno mengatakan, selama dirinya menjadi wartawan baru kali ini, dirinya tahu tentang sejarah PWI, yang menurutnya harus diketahui oleh seorang wartawan.
Selama ini, wartawan selalu identik dengan menulis berita sebagai tugas utamanya, tetapi mungkin juga banyak teman-teman wartawan di luar sana yang belum tahu tentang sejarah ini.
"Saya bangga dan senang, karena dengan mengikuti OKK ini kita mengetahui tentang sejarah, kemudian tokoh-tokoh PWI, bahkan tadi sejarah PWI di Papua juga dipaparkan oleh narasumber, ini luar biasa. Mungkin kalau saya tidak ikut OKK ini, saya malah tidak tahu dengan sejarah ini, dan saya bangga dengan menjadi seorang wartawan, ternyata wartawan juga punya andil dalam menyuarakan Kemerdekaan Indonesia," pungkasnya.(richard)
Bagikan artikel ini



