NABIRE - Gangguan jaringan server mengakibatkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di semua sekolah SMA dan SMK yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Nabire, mengalami keterlambatan kurang lebih dua jam. Sehingga ANBK bagi para murid dan guru di SMA Bhakti Mandala baru dimulai pada pukul 10.00 WIT.

Diketahui, tujuan ANBK yang berlaku di semua satuan jenjang pendidikan dari untuk melihat raport mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan. Dari TK hingga SMA dan SMK dan ANBK ini dapat diikuti oleh guru dan murid.

Namun dengan adanya keterlambatan ANBK di hari kedua atau hari terakhir, tidak membuat para guru dan siswa SMA Bhakti Mandala Nabire merasa kecewa. Tetapi dengan adanya informasi dari Kementerian Pendidikan, Riset Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuat semua sekolah hanya bisa menyiapkan diri.

“ANBK bertujuan melihat raport mutu pendidikan, sehingga apapun yang terjadi tetap berjalan sesuai dengan ketentuan waktu. Walaupun sempat mengalami keterlambatan akibat jaringan server yang gangguannya langsung dari pusat,” kata Kepala SMA Bhakti Mandala Nabire, Agustinus Ambadatu, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Selasa (29/8/23).

Untuk itu diharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar ada hal–hal yang bersifat nasional seperti ini harus terbangun komunikasi yang lebih baik. Karena dengan terlaksananya kegiatan ANBK yang hanya berlangsung selama dua hari ini, akan menjadi tolak ukur kemajuan mutu dan kwalitas pendidikan di daerah ini.

Dan perlu disadari bersama, tidak semua satuan pendidikan memiliki server, komputer dan jaringan internet. Sehingga dalam program ANBK yang merupakan program dari Kemenristekdikti, membuat sekolah–sekolah pinggiran terpaksa harus menumpang di sekolah lain yang memiliki server, komputer dan ada jaringan internet dengan biaya yang cukup mahal.

Diharapkan kedepan, melalui program ANBK yang berlaku secara nasional di semua satuan jenjang pendidikan, mestinya ditanggapi secara baik oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan. Agar semua sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terluar (daerah 3T) juga dibangun jaringan internet dan juga ada bantuan server dan komputer.

Agar sekolah–sekolah yang berada di pinggiran dan daerah 3T tidak mengalami masalah dalam menyambut program ANBK. Yang kini sejalan dengan Kurikulum Merdeka Belajar yang telah diwajibkan pada awal tahun pelajaran 2023/2024 bagi semua satuan jenjang pendidikan yang berlaku secara nasional. (des)