NABIRE - Kepala sekolah SMA Negeri 1 Nabire berama seluruh dewan guru sangat merespon kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun diharapkan pula program ini harus melalui prosedur yang jelas dan harus diketahui semua sekolah, selaku penerima manfaat dari program MBG yang dimaksud.

Sehingga pihaknya berharap agar program MBG yang merupakan program langsung dari Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini diminta melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.

Karena selaku sekolah penerima manfaat dari program MBG, tentunya juga berharap untuk mendapatkan informasi yang jelas soal program MBG. Sebab dalam perjalanan program MBG ini hanya berharap siapa yang bertanggung jawab mengelolah.

Dikatakan Kepsek SMAN 1 Nabire, Yanus Arwam, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Senin (20/1/25) di ruang kerjanya, dari pada susah-susah pikir solusi program MBG, sebaiknya digantikan saja dengan program pendidikan gratis di semua satuan jenjang pendidikan.

Karena sampai saat ini selaku kepala sekolah bersama dewan guru SMAN 1 Nabire yang jumlah muridnya sebanyak 1.086 murid, program MBG itu berjalan berapa lama, belum tau sumber dananya dan siapa yang akan mengelola.

Apabila program MBG itu hanya berjalan satu atau dua bulan, sebaiknya diganti saja dengan program pendidikan gratis bagi semua peserta didik yang dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Usia Dini (TK/PAUD) hingga SMA dan SMK.

Karena program MBG yang diprogram secara nasional ini, jangan disamakan dengan sekolah-sekolah yang berada di luar tanah Papua, tetapi harus ingat setiap daerah memiliki karakteristik wilayah yang berbeda. Dimana semua sekolah tidak hanya dilalui dengan jalan darat, tetapi ada yang melalui transportasi laut dan udara.(des)