SMKN 2 Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan BKK
NABIRE - Setelah ditunjuk sebagai sekolah Pusat Keunggulan (PK) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI belum lama ini, Jumat (27/10/23), SMKN 2 gelar workshop penguatan kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK). Kegiatan diikuti oleh semua guru bidang studi produktif.

NABIRE - Setelah ditunjuk sebagai sekolah Pusat Keunggulan (PK) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI belum lama ini, Jumat (27/10/23), SMKN 2 gelar workshop penguatan kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK). Kegiatan diikuti oleh semua guru bidang studi produktif.
Workshop yang berlangsung selama satu hari menghadirkan pembawa materi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST, MT yang didampingi Kepala SMKN 2 Nabire, Drs. Yustus Paisey. Kegiatan berlangsung di ruang praktek teknik kendaraan ringan.
Kepala SMKN 2 Nabire, Drs. Yustus Paisey mengatakan, tugas sebagai guru di sekolah sejak dulu hingga saat ini hanya bisa menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan berbagai persiapan yang dikatakan cukup matang bagi semua peserta didik lulusan sekolah kejuruan.
Namun setelah para guru menyiapkan lulusan dengan SDM yang cukup dan anak-anak sudah lulus, tentunya masih sibuk mencari lapangan kerja. Sehingga kedepan perlu ada kerja sama lansung dengan pemerintah daerah. Selain itu juga semua badan usaha industri yang ada di Kabupaten Nabire juga harus kerja sama dengan semua SMK.
Diharapkan ke depan semua badan usaha industri yang ada di daerah ini tidak lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar Nabire. Tetapi diharapkan menggunakan tenaga kerja lulusan SMK yang ada di Nabire. Karena lulusan SMK hanya 30 persen yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara 70 persen masuk dunia kerja.
Dikatakan, SMKN 2 Nabire ditunjuk menjadi sekolah PK dengan program Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang menjadi beban sekolah yang harus dipersiapkan saat ini dalam bentuk workshop. Sementara implementasi dari program sekolah PK akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang. Karena untuk Kabupaten Nabire hanya SMKN 1 dan SMKN 2 yang ditunjuk Kemendikbudristek sebagai sekolah PK.
Yang perlu dipahami seluruh masyarakat, sekolah PK itu sama pengertiannya dengan sekolah Merdeka Belajar (MB). Sehingga pihak sekolah dapat bekerja sama langsung dengan pemerintah daerah melalu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nabire. Karena pihak sekolah SMK hanya bisa menyiapkan SDM. Sedangkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat menyiapkan link bursa tenaga kerja.
Sehingga pada saat anak-anak lulusan SMK, tidak perlu lagi bertanya-tanya, tetapi dari sekolah bisa diarahkan untuk membuka link bursa pencari tenaga kerja melalui dinas terkait. Untuk itu bentuk kerja sama antara sekolah dan instansi teknis sangat diperlukan demi masa depan anak-anak lulusan SMK. (des)
Bagikan artikel ini



