Sosok Guru Tenaga Honorer Wajib Betah di Kampung
NABIRE - Dogiyai, saat Hiroshima dan Nagasaki dibom, Perdana Menteri Jepang saat itu menanyakan ada berapa guru yang masih hidup. Makna dari hal ini ialah pentingnya peranan seorang guru dalam membangun peradaban umat manusia. Demikian disampaikan seorang guru tenaga honorer, Marten Degei, Rabu (3/07/2024).

NABIRE - Dogiyai, saat Hiroshima dan Nagasaki dibom, Perdana Menteri Jepang saat itu menanyakan ada berapa guru yang masih hidup. Makna dari hal ini ialah pentingnya peranan seorang guru dalam membangun peradaban umat manusia. Demikian disampaikan seorang guru tenaga honorer, Marten Degei, Rabu (3/07/2024).
Di SD Negeri Inpres Waneuwo, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, sosok Marten Degei adalah seorang guru honorer yang sangat peduli dengan anak-anak di kampung halaman.
Dijelaskannya, setelah diangkat menjadi guru honorer, dia pernah membangun sekolah dengan kayu buah dan atapnya pakai daun buah merah sejak 2016 sampai 2022. "Itu tanpa honor demi ade-ade lima tahun tanpa honor saya mengajar," katanya.
Pada tahun 2022 dirinya sudah masuk honor Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai 2023, Kepala Kampung Diyeugi, Emanuel Semu, membantu pembangunan dua ruang kelas dan atap SD. Hal tersebut diapresiasi oleh Marten Degei.
Lanjut Marten, SD Negeri Inpres Waneuwo, sangat dipentingkan pendidikan bagi anak-anak SD di kampungnya dari pada gedung sekolah. Namun dia bersyukur jika gedung sekolah menjadi perhatian pemerintah.
Marten berharap agar pemerintah daerah kedepannya bisa menjadikan SD Negeri Inpres Waneuwo menjadi sekolah yang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Saya mengajar di kelas 1, 2 dan 3 kelas tapi biasanya saya pakai 2 ruang kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2, karena untuk kelas 3 tidak ada, makanya digabungkan," ungkap Marten Degei.
Oleh karena itu, Marten berharap agar Pemerintah Kabupaten Dogiyai maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah bisa memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di pelosok pedalaman, agar pendidikan di kampung juga bisa setara dengan pendidikan di kota," pungkasnya.(modes)
Bagikan artikel ini



