NABIRE - Badan Pengurus Cabang (BPC) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Nabire, setiap bulannya melaksanakan pertemuan rutin bulanan antar Wanita yang berasal dari Sulawesi Selatan dan atau Wanita yang bukan dari Sulawesi Selatan, namun telah memiliki ikatan perkawinan silang dengan warga Sulawesi Selatan. Bertempat di Sekertariat BPC IWSS Nabire, di Jabal Nur Square seputaran Jalan Kusuma Bangsa dilaksanakan pengajian rutin bulanan yang diikuti oleh Ketua BPC IWSS Nabire, Hj. Katrin Maruanaya Jabal Nur beserta jajaran pengurusnya, Koordinator Biro Pemberdayaan Perempuan KKSS, Titis Sulistiowati Hasyim, S.Pd, M.Si, Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) Nabire serta segenap wanita asal Sulawesi Selatan dari badan pilar yang ada di Nabire, Senin (20/4) kemarin.Untuk pengajian bulan April ini, Srikandi (wanita/ibu, red) dari Persatuan Warga Sinjai Bulukumba atau lebih dikenal dengan sebutan To Sinjai na Bulukumba di singkat To‘ SIBA Nabire yang bertugas untuk memandu pengajian rutin IWSS Nabire.Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pengajian tersebut Srikandi To’ SIBA Nabire telah menyiapkan segala sesuatunya untuk menunjang acara yang dimaksud, mulai dari petugas acara seperti MC, pemimpin sholawat dan penceramah dan juga penyiapan konsumsi makanan ringan.Dalam arahannya, Ketua BPC IWSS Nabire, Katrin Maruanaya Jabal Nur didampingi Koordinator Biro Pemberdayaan Perempuan KKSS, Titis Sulistiowati Hasyim menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas kehadiran dari ibu-ibu wanita Sulawesi Selatan dalam acara pengajian rutin bulanan dan diharapkan untuk meningkatkan keaktifannya pada kesempatan lainnya. Ketua BPC IWSS Nabire, Katrin Maruanaya mengapresiasi kesediaan dan kesiapan dari wanita To’SIBA Nabire untuk menjadi tuan rumah bertindak sebagai pemandu acara pengajian kali ini. Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Mukromin Al Hafid menyampaikan bahwa Allah SWT menciptakan sebanyak 12 (dua belas) bulan dalam penanggalan Hijriyah (kalender Islam, red) dan diantaranya ada 4 (empat) bulan yang dimuliakan seperti bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab.“Saat ini, kita tepat berada pada tanggal 1 Rajab 1436 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 20 April 2015 ini yang tentunya memiliki banyak keutamaan dan salah satunya adalah Peristiwa Isra Mi’raj,” terang Ustadz Mukromin.Lanjutnya, sedikit lagi Umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, sehingga disampaikan kepada warga pengajian yang hadir, khususnya kepada yang memiliki utang puasa untuk segera membayarnya.“Jika punya amalan kebajikan yang dilaksanakan secara Istiqomah (berkelanjutan, secara terus menerus, red) maka itu lebih baik dari pada 1000 karomah dan lebih lanjut dapat diturunkan pada generasi mendatang, anak cucu kita agar tetap meneladani keistiqomahan ini,” akhir Ustadz Mukromin. (wan)