STAI Asy-Syaffiyah Gelar Seminar Proposal 2024
NABIRE - Seminar proposal Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syafityah Nabire tahun 2024, yang digelar di Aula STAI, Senin (22/07/2024) atau 16 Muharram 1446 H.

NABIRE - Seminar proposal Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syafityah Nabire tahun 2024, yang digelar di Aula STAI, Senin (22/07/2024) atau 16 Muharram 1446 H.
Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari itu diikuti oleh 14 mahasiswa terdiri dari Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 10 mahasiswa, Hukum Keluarga Islam sebanyak dua mahasiswa, dan Ekonomi Syariah sebanyak dua mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua STAI Nabire, Ramelan Tahanina, S.Pd.,MM, Kepala Bappeda Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd.,M.Si.,M.Pd, sebagai ketua tim penyelenggara seminar dan dua dosen penguji seminar.
Ketua STAI Nabire, Ramelan Tahanina mengatakan seminar ini merupakan sebuah langkah sebelum mereka memasuki ujian skripsi nantinya.
Ramelan menambahkan, tujuan dari kegiatan seminar sebagai draf menuju skripsi, untuk mengetahui kebenaran dan ketepatan mahasiswa dalam penyusunan pembuatan skripsi. Sekaligus untuk melatih mereka saat ujian skripsi yang nantinya pengujinya didatangkan dari Makassar, paling tidak mental mahasiswa sudah teruji dan tidak terlalu gugup.
"Jadi untuk ujian proposal ini sebelum mereka membuat skripsi, yang nantinya dipakai untuk penelitian baik yang akan digunakan sendiri atau mungkin ada masyarakat yang melihat hasil penelitian itu, maka dilakukan seminar proposal biasa disebut sebagai draf untuk menuju skripsi. Seperti pembenahan-pembenahan baik itu meteorologinya, judul skripsinya apakah sudah tepat dan sesuai dengan aturan-aturan penyusunan skripsi. Yang mana kalau sudah tepat, mereka untuk menuju ke skripsi itu tidak terlalu masalah," jelasnya.
Melalui kegiatan seminar proposal ini, dirinya berharap para mahasiswa segera turun ke lapangan mengambil data dan melakukan penelitian, sehingga waktu digunakan betul-betul bisa maksimal. Jadi jangan lagi setelah ujian proposal terus ditunda. Akhirnya nanti waktu untuk pelaksanaan ujian skripsi yang pengujinya didatangkan dari Makassar jangan sampai molor.
"Jadi segera turun ke lapangan, lakukan penelitian setelah ujian skripsi ada perbaikan ke dosen pembimbing apa yang tadinya menjadi persoalan yang perlu dikoreksi oleh dosen pembimbing. Kalau sudah oke, turun ke lapangan, pengambilan data setelah itu langsung melakukan analisa data," tandasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



