NABIRE – Suasana menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73 di Kabupaten Nabire, di kampung lebih semarak dibanding dengan kawasan perkotaan. Menjelang minus 3 hari dari tanggal dan bulan sacral bagi bangsa Indonesia saja masih Nampak tidak begitu semarak.Suasana menjelang peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia lebih semarak di kampung dibanding di kota karena, masyarakat kampung khususnya di pemukiman transmigran, dengan sukarela menghias kawasan pemukiman dengan memasang umbul-umbul di sepanjang jalan (gang) di depan rumahnya masing-masing. Dan itu, setiap rumah warga memasang umbul-umbul lebih dari dua. Oleh karena itu, ketika melintas di kawasan Satuan Pemukiman (SP) transmigran di Kabupaten Nabire, susananya betul semarak dengan aneka umbul-umbul sepanjang jalan utama dan jalur di tengah pemukiman.Bahkan tidak hanya umbul-umbul di tengah pemukiman masyarakat. Di beberapa SP mempercantik Susana semarak hari kemerdekaan dengan dekorasi gapura pintu keluar masuk SP.Beda dengan kota, Susana menjelang HUT kemerdekaan bangsa Indonesia hanya lewat umbul di depan kantor dan rumah warga. Susana semarak peringatan bebasnya bangsa Idonesia dari penjajahan tidak Nampak di kota, kecuali ketika ada lomba.Perbedaan penyambutan hari kemerdekaan bangsa Indonesia dari bangsa penjajah ini, Kepala Kampung Wanggar Sari, Purwoko mewakili warga kampung mengatakan warga di kampung yang ada sekarang ini tidak pernah terlibat pada saat perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan atas penjajahan bangsa penjajah. Warga mengungkapkan rasa hormat dan bangga atas perjuangan pendahulu kita sehingga tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia dengan merayakannya secara meriah dengan memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing. Warga di kampung menghargai kemerdekaan bangsa Indonesia dalam suasana yang semarak.Purwoko membandingkan suasana jelang peringatan hari kemerdekaan di kota kurang begitu semarak disbanding dengan kampung karena orang kota kurang menghargai perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah.Ia mencontoh, Pancasila sebagai nilai kehidupan bangsa Indonesia yang dirumuskan pada awal kemerdekaan juga sudah mulai lupa. Nilai-nilai luhur dari Pancasila sudah mulai dilupakan, apalagi dengan menjabarkannya sila-sila di dalam butir-butir pancasila. Karena, dewasa ini mulai tidak diajarkan Pancasila kepada anak-anak di sekolah. (ans)