Syukuran dan Perpisahan Siswa Kelas XII SMAN 1 Mapia
NABIRE - Pada Sabtu, 11 Mei 2024, SMA Negeri 1 Mapia di Dogiyai melaksanakan acara syukuran dan perpisahan siswa kelas XII di Aula Lambertus Kegiye, Bomomani Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua.

NABIRE - Pada Sabtu, 11 Mei 2024, SMA Negeri 1 Mapia di Dogiyai melaksanakan acara syukuran dan perpisahan siswa kelas XII di Aula Lambertus Kegiye, Bomomani Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua.
Hal ini seperti disampaikan salah satu guru SMAN 1 Mapia Dogiyai, Ernes Pugiye kepada media ini Senin (13/5/2024)kemarin. Acara ini dirayakan dalam bentuk ibadah sabda singkat dipimpin oleh Pater Nikolaus Wakei, Pr.
Kata DR Pater Nikolaus Wakei dalam homilinya menegaskan, kemajuan mutu pendidikan Mapia menjadi agenda prioritas dan patut mendapat perhatian serius oleh semua pihak.
Menciptakan masa depan bangsa yang cerdas, tangguh dan berdaya saing hanya mungkin bisa terwujud jika pendidikan dijadikan sebagai jalan yang paling unggul dan utama bagi setiap pihak di Mapia.
Acara syukuran perpisahan kelas XII itu bertemakan 'Perkuat Kebersamaan dan Railah Cita-cita untuk Masa Depan Bangsa', (Amsal 23:18), Pater Wakei Pr.
Lanjutnya, tiga alasan tentang pentingnya pendidikan dan terwujudnya cita-cita bersama di Mapia. Pertama, pembangunan pendidikan Mapia wajib dibangun dari keluarga dan sekolah dasar.
Kondisi keluarga dan sekolah dasar yang rukun, damai dan berbasis kemanusiaan wajib dibangun bersama semua pihak.
Kedua, mutu pendidikan dan perwujudan cita-cita luhur wajib dibangun melalui doa dan syukur. Setiap kita wajib membudayakan diri untuk selalu berdoa dan bersyukur.
"Anugrah kesuksesan, kesehatan yang baik serta masih banyak anugrah lainnya yang kita terima dari Allah. Atas semua anugerah Allah ini, kita wajib bersyukur dan berdoa pada-Nya dalam setiap waktu. Intinya, kita menyerahkan seluruh kerapuhan dan kelebihan kita kepada Allah, sebab itulah persembahan kita yang hidup, mulia dan berkenan bagi-Nya," ajak Pater.
Ketiga, perkuat kebersamaan dalam membangun mutu pendidikan Mapia dan menuju cita-cita bangsa yang cerdas. Setiap pihak baik di tingkat distrik dan kabupaten wajib kerja bersama dalam menempatkan dan melaksankan pendidikan sebagai skala prioritas utama.
Semua pihak wajib berpikir tentang pendidikan yang bermutu dan mencerdaskan anak bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Setiap keluarga wajib menyekolah anak dan wajib pula dibantu oleh pemerintah daerah dalam wujud program pendidikan yang konkret dan tertarget nyata bagi anak-anak sekolah di Mapia.
Pater Wakei meyakini dan memastikan akan adanya masa depan bangsa yang cerdas dan berdaya saing positif hanya jika ketiga hal ini dilaksanakan dan didukung kuat oleh para pemimpin daerah dan keluarga-keluarga basis di kampung.
Karena itu, dirinya berpesan, setiap pihak bangun daerah dan bangsanya sendiri dengan menggunakan dimii (pikiran) yang sehat, produktif dan rasional.
Kepala Sekolah Ariet Kegiye mengatakan, kami siap bekerja sama dengan semua pihak termasuk orang tua para siswa dalam memajukan mutu pendidikan Mapia. "Kami SMA Negeri 1 Dogiyai menerapkan kurikulum Merdeka dan sekolah penggerak. Di sini, kami dituntut belajar lebih dalam baik siswa, guru maupun orang tua," katanya.
Itu berarti sekolah ini bersifat inklusif dan terbuka untuk semua pihak dalam proses pembangunan bangsa secara cerdas, berwawasan pancasila dan berperadaban Papua.
Sementara itu, wakil kesiswaan SMA Negeri 1 Dogiyai, Yakobus Tebai mengatakan, kami secara aktif akan menerapkan sejumlah keterampilan bagi setiap siswa ke depan.
Selama tiga tahun terakhir kami sudah menyelenggarakan sejumlah keterampilan dasar seperti membuat perabot rumah, keterampilan menulis dan membaca serta keterampilan berkebun dan berekonomi sederhana yang berbasis lokal.
Diharapkan agar anak-anak dapat mengembangkan segala potensinya secara sistematis berdasarkan pembekalan keterampilan yang sudah diberikan oleh guru-guru di sekolah tercinta kita.
Intinya, semua pihak dan tokoh di Mapia telah membuat komitmen untuk membangun SMA Negeri 1 Dogiyai sebagai sekolah yang paling bermutu, unggul dan cerdas di seluruh Indonesia.
Komitmen itulah yang akan dikerjakan secara sistematis oleh semua pihak di Mapia dan kota Kabupaten Dogiyai dalam semangat misi 'Kerja Bersama', seperti yang telah diwujudkan oleh para guru dan tokoh-tokoh masyarakat di Mapia dalam sejarah sebelumnya.
Ibadah syukuran nampak dihadiri oleh 20 undangan terdiri dari pihak Koramil Mapia, Kapolsek Mapia-Sukikai, Kepala Distrik Mapia, tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan serta 41 orang tua siswa.(modes)
Bagikan artikel ini



