Tiga Penilaian Kinerja PKM BMW dan Tindak Lanjutnya
NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Bumiwonorejo, melakukan pertemuan lintas sektor ketiga, dalam rangka penilaian kinerja Puskesmas dan tindak lanjut, penilaiannya berupa Manajemen Puskesmas, UKM esensial dan pengembangan, Upaya Pelayanan Perseorangan dan Penunjang (UKPP), ruang pertemuan UPTD Puskemas Bumiwonorejo, Sabtu (3/08/2024).

NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Bumiwonorejo, melakukan pertemuan lintas sektor ketiga, dalam rangka penilaian kinerja Puskesmas dan tindak lanjut, penilaiannya berupa Manajemen Puskesmas, UKM esensial dan pengembangan, Upaya Pelayanan Perseorangan dan Penunjang (UKPP), ruang pertemuan UPTD Puskemas Bumiwonorejo, Sabtu (3/08/2024).
Kepala Seksi Layanan Kesehatan Primer dan Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Nabire, Sugianti, S.KM berkata,
untuk penilaian kinerja sendiri, PKM BMW nanti mengirimkan ke Dinkes Kabupaten Nabire, sehingga penilaian kinerja ini ada beberapa hal yang harus dinilai.
"Manajemen Puskesmas, UKM Esensial dan pengembangan, Upaya Pelayanan Perseorangan dan Penunjang (UKPP), setelah Puskesmas melaporkan kepada kita, maka kita akan melihat dan menilai kinerjanya seperti apa," ucapnya.
Untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) cakupannya masih rendah, berarti menandakan peran dari masyarakatnya masih sangat rendah dan ini menjadi tanggung jawab bersama.
"Ketika Puskesmas hanya melayani tanpa mendapatkan masukan, itu nanti mereka tidak akan meningkatkan cakupannya," katanya.
Untuk standar Tuberkulosis (TB) Kabupaten Nabire adalah 168 bagi 1.000 dan kalau dipresentasikan 0,168 standarnya, karena penduduk di Bumiwonorejo 9.000 lebih, maka 0,168 kalau dikalikan 9.000, maka seharusnya batasnya itu mencapai 1,5% tidak boleh diatas dan harusnya di bawah 1,5%.
"Untuk angka kasus TB di Kelurahan Bumiwonorejo ada 42, sehingga kalau dibagi 9.000 dan dikalikan 1.000 hasilnya 4,3% dan ini melebihi ambang batas kasus TB," ucapnya.
Di sisi lain, ada komplain dari masyarakat mengenai, surat kesehatan untuk anak sekolah 02SN yang mau pergi berangkat kejuaraan dan mau mendapatkan surat kesehatan, namun terkendala di administrasi.
"Komplain ini memang sangat dibutuhkan Puskesmas untuk memperbaiki, jika masyarakat ada yang kurang puas dengan pelayanan di Puskesmas, terkait pelayanan penyakit ataupun pelayanan lainnya," kata Sugianti.
Tambanya, silahkan saja memberikan keluhan dan sudah terdapat media-media untuk menyampaikan keluhannya, seperti nomor WA, kotak saran, kotak emoji kepuasan dan itu harus disediakan Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan, untuk mutu Puskesmas adalah kepuasan pelanggan.(edi)
Bagikan artikel ini



