NABIRE - Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu telah meresmikan Traffic Light yang dibangun pada tahun 2023 lalu, di Ibukota Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire. Pengaktifan juga dilakukan sejak Kamis, 4 Juli 2024 lalu sebanyak enam unit dari sembilan unit yang telah dipasang tersisa tiga lagi.


Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Washington Lumban Gaol, saat ditemui di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, beberapa waktu lalu, rencananya awal Agustus ini akan dibuatkan Marka Jalan atau seperti di kota besar itu garis putih batas berhenti di traffic light.


Sejumlah traffic light yang sudah diaktifkan berada di sejumlah titik, yakni di perempatan Antonius, Pasar Karang Tumaritis, pertigaan RSUD, perempatan Wonorejo, Kalibobo dan perempatan Hotel Jepara dua.


Sementara tiga traffic light yang belum diaktifkan dan masih dalam proses sosialisasi serta pendekatan dengan pihak masyarakat yang berjualan di sekitar keberadaan tiang traffic light tersebut, agar setiap tempat jualan mereka dapat digeser dari area traffic light yang ada.


Washington menyampaikan, setelah diaktifkan traffic light ada keluhan dari pengguna jalan belum adanya batas untuk berhentinya kendaraan.


Direncanakan awal Agustus akan dibuat marka atau pembatas kendaraan berhenti di area lampu merah, "Pengendara ini bingung mau berhenti dimana, apakah di batas pas di lampu merah, dikarenakan sampai saat ini belum ada garis atau marka jalan dibuat di sepanjang jalan utama di Nabire," pungkasnya.(rob)