NABIRE – Bertempat di Hotel Carmel Nabire yang terletak di Kelurahan Kalibobo Nabire, Senin (30/6/25), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disbud) Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Meki Nawipa secara resmi membuka kegiatan Training Of Fasiltators bagi guru–guru Kristen yang ada di 4 kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai.

Dalam sambutannya, Nurhaidah Meki Nawipa mengatakan, kegiatan ini bukan sekedar pelatihan biasa, tetapi ini adalah upaya kita bersama-sama untuk membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran tetapi juga membentuk hati dan karakter kristiani dalam diri peserta didik.

Dan untuk Provinsi Papua Tengah membutuhkan pendidikan yang tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga mampu menjadi terang dan teladan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat, sehingga kegiatan ini sangatlah penting dilaksanakan di wilayah Provinsi Papua Tengah.

Pendidikan berbasis kekristenan memiliki tempat yang sangat penting dalam sejarah pendidikan di tanah Papua. Untuk itu, sekolah–sekolah memiliki Gereja adalah fondasi awal dari peradaban dan kemajuan masyarakat, kini dengan berbagai tantangan globalisasi, disrupsi teknologi dan tantangan sosial dipanggil untuk kembali menegaskan identitas kita sebagai pendidik yang melayani.

Untuk itu, kita dipanggil bukan hanya sebagai guru, tetapi sebagai pelayanan Tuhan di dunia pendidikan dan tugas kita bukan hanya menjadi pengajar, tetapi mengabdi dengan tulus, mencintai peserta didik dengan hati seorang gembala dan menghadirkan kasih kristus melalui setiap proses belajar mengajar.

Sehingga di tengah keterbatasan fasilitas, medan geografi yang sulit serta tantangan sosial dan budaya yang dihadapi di Papua Tengah, pengabdian guru Kristin menjadi bentuk kesaksian iman yang nyata, untuk itu kita bekerja hanya karena profesi, tetapi karena panggilan bukan hanya karena kurikulum tetapi juga karena kasih.

Untuk itu, selaku kepala dinas dirinya mengajak seluruh peserta untuk melihat profesi guru bukan sebagai beban, tetapi sebagai ladang pelayanan, karena tanah ini adalah tanah Papua Tengah yang sedang menantikan lahirnya generasi-genarasi yang takut akan Tuhan, yang berkarakter kuat dan mencintai kebenaran dan itu semua dimulai dari guru-guru seperti kita.

“Kita satukan hati dan tekad bahwa mulai dari pelatihan ini, kita akan kembali ke sekolah masing–masing dengan semangat baru mengajar dan mencintai, membimbing dengan sabar, dan melayani dengan tulus dan berlandaskan iman kepada Yesus Kristus,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia (MPK) sebagai wujud nyata dari komitmen untuk membangun sumber daya pendidik Kristen yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga hidup dalam nilai–nilai iman kristiani.

Untuk itu, diharapkan melalui pelatihan ini akan lahir para fasilitator yang mampu menjadi agen perubahan di sekolah, terutama sekolah-sekolah yang ada di wilayah pelosok yang ada di 8 kabupaten Provinsi Papua Tengah.(des)