NABIRE - Umat Gereja Katolik Paroki, St. Yosep Nabire Barat, pada Minggu (24/11/2024), merayakan tiga peristiwa penting yang pertama penutupan masa biasa sekaligus Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Kedua adalah Hari Ulang Tahun (HUT Paroki) yang ke-7 tahun 2024. Ketiga adalah Misa Perdana Pastor setelah ditahbis pada 20 Oktober 2024 lalu oleh Mgr. Aloysius Sudarso, S.C.J, Uskup Agung Palembang di Paroki Sta. Sisilia SP2 Timika.

Pantauan media ini, bertempat di Halaman Gereja Paroki, St. Yosep Nabar, Umat Katolik dari 19 Kombas atau kring yang tersebar di wilayah Paroki St.Yosep Nabar mengikuti perayaan tiga momen penting dan umat dapat merayakan misa perdana penuh hikmad dan suka cita.

Misa perdana dipimpin langsung Pastor Sebastianus Ture Liwu, Pr mengawali kata pengantar menyampaikan, pusat paroki dan yang ada di stasi-stasi atau di kombas-kombas bagi ini perjumpaan perdana.

"Dari bapak/mama saya bisa membaca tempat kehidupan bagaimana mencari panggilan sebagai salah seorang imam bapak/mama telah menjadi buku bacaan yang baik buat saya," ujarnya.

Khotbah Pastor Bastianus Ture Liwu, menjelaskan seseorang apakah siap, seseorang sering kali sepenuh sebagai umat kehidupan sebuah buku atau kitab.

"Kehidupan sejak bulan Oktober tahun 2023, sampai bulan September 2024, saya menamakan panggilan suci dari paroki St. Yosep Nabire Barat, selama berada di tempat ini saya berjumpa adalah bapak/mama yang ada di paroki ini," ujarnya.

Ia mengambil beberapa poin dari sebuah film yang ditontonnya, yakni pertama adalah Tuhan Yesus Kristus adalah Raja. Rajanya bukan karena dunia ini, tetapi dari atas dari surga. "Allah bapak telah menyampaikan atas segala kuasa sebagai raja memberikan kepada Tuhan Yesus, meskipun ia adalah raja diatas segala raja dapat membutuhkan Yesus tidak mengikat pada tahta atau pelayan ia menghasilkan diri yang merendahkan diri bagi umat manusia, yaitu, dengan manusia sungguh kekal mengenal kehidupan umat manusia," katanya.

Kedua sebagaimana Tuhan Yesus setia mewartakan kebenaran. Semua dipanggil karena dibaptis untuk menjadi nabi mewartakan kebenaran dengan setia dan nyata. "Kita sebagai imam bagi Allah kita semua dipanggil mendapatkan tugas jadi imam menguduskan kegembiraan sesuai dengan tugas profesi kita masing-masing bapak/mama anak-anak OMK dan kita semua," katanya.

Ketiga, ia mengajak menjadi pemimpin bagi diri sendiri, bagi keluarga, bagi gembala kepada banyak orang. Maka jadilah pemimpin yang sungguh-sungguh menyatukan kehidupan masyarakat yang ada, agar mendatangkan kabar suka cita, damai sejahtera dalam hidup keluarga dan semoga dapat senantiasa menulis sesuatu yang baik dalam buku kehidupan setiap hari.(modes)