Warga RT 15 Kelurahan Nabarua Kampung Bugis Butuh Mitan
NABIRE - Warga Kelurahan Nabarua Kampung Bugis RT. 15 tidak mendapat minyak tanah (Mitan). Oleh sebab itu mereka membutuhkan minyak tanah subsidi untuk kebutuhan rumah tangga. Warga RT. 15 yang terletak di area Malompo Dalam kini tidak mendapat minyak tanah subsidi untuk ra
Bagikan
NABIRE - Warga Kelurahan Nabarua Kampung Bugis RT. 15 tidak mendapat minyak tanah (Mitan). Oleh sebab itu mereka membutuhkan minyak tanah subsidi untuk kebutuhan rumah tangga. Warga RT. 15 yang terletak di area Malompo Dalam kini tidak mendapat minyak tanah subsidi untuk rakyat. Oleh sebab itu mereka membutuhkan minyak tanah sebagai kebutuhan rumah tangga, pasalnya selama mereka berdomisili di Kampung Cenderawasih RT. 15 mereka tidak pernah sama sekali menikmati subsidi Mitan. Hal ini sudah berjalan bertahun–tahun.
Informasi dari warga setempat Sabtu (1/3), minyak tanah subsidi untuk rakyat yang disuplaikan dari agen PT. Irjamas Permindo, untuk seluruh kebutuhan masyarakat Nabire yang dibagikan ke seluruh pangkalan di masing–masing kelurahan maupun desa jumlahnya mencapai seratus tujuh pangkalan belum menjawab keluhan warga secara menyeluruh. Artinya, warga Kampung Bugis RT. 15 Malompo Kelurahan Nabarua sampai sekarang belum menikmati minyak tanah subsidi untuk rakyat. Warga RT. 15 yang jumlahnya mencapai ratusan itu bertahun–tahun hanya pergi ke kota dan membeli minyak tanah yang diencerkan di pinggiran jalan mereka membeli dengan harga Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 perliter. Setelah membeli mereka harus membawa pulang kembali ke Kampung Bugis untuk kebutuhan rumah tangganya. Hal ini pun mereka harus mengeluarkan uang untuk ongkos transpor. Informasi ini pernah dikonfirmasi kepada Lurah Nabarua, namun belum ada tanggapan yang masuk ke warganya RT. 15 Kampung Bugis (Malompo).Berbicara soal warga RT. 15 Kampung Bugis Nabarua yang tidak dapat miyak tanah subsidi, kita bandingkan dengan warga di SP 2 yang sampai saat ini juga menikmati tiga liter per KK dengan jumlah warganya mencapai dua ribu per KK. Oleh sebab itu warga SP. 2 sangat membutuhkan penambahan jatahnya karena tiga liter sangat kurang. Warga RT. 15 di Kampung Bugis Kelurahan Nabarua saat ditemui media ini di tempat penjualan sirupnya, menyatakan bahwa mereka sangat membutuhkan satu pangkalan untuk di lokasinya. Hal ini berulang kali para ibu yang berdomisili di kampung tersebut memohon karena memang benar–benar mereka sudah kesulitan minyak tanah subsidi.Rencana penambahan kuota Mitan di Nabire, apabila telah dipetak–petakan untuk pembagiannya nanti baik dari pihak Disperindag maupun kelurahan tolong dan perhatikan warga RT. 15 Kampung Bugis yang sudah bertahun–tahun tidak mendapat jatah minyak tanah subsidi sedangkan jumlah keluarga sudah mencapai ratusan. Hal ini sangat memprihatinkan dengan dampak warga yang membeli keluar dengan enceran minyak tanah di pinggiran jalan yang harganya mencapai Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 per liter. Hal ini tidak sesuai dengan harga minyak tanah subsidi untuk rakyat yang ditentukan oleh pemerintah yang layaknya tiga ribu tiga ratus per liter. Selain itu, ada ditemukan juga pengikisan-pengikisan pola pelayanan di pangkalan minyak tanah. Contohnya warga harus membeli lima liter atau enam liter dengan harga dua puluh ribu rupiah yang sebenarnya harus ada kembali seribu rupiah atau lebihnya sering dipatokan dua puluh ribu rupiah oleh pihak pangkalan minyak tanah subsidi. Hal ini diperkirakan akan mengikis keuangan masyarakat tidak mampu secara perlahan–lahan. Kalau enam liter dijadikan dihargakan dua puluh ribu rupiah tanpa ada kembaliannya.Hasil informasi tentang warga RT. 15 Kampung Bugis yang belum mendapat minyak tanah subsidi sama sekali diminta ada perhatian penuh baik dari pemerintah daerah maupun agen yang selama ini melayani pangkalan–pangkalan mitan. Mengingat warga Kampung Bugis RT. 15 adalah saudara kita yang perlu mendapat perhatian yang sama. (ist)
Bagikan artikel ini



