Lompat ke konten utama
Papuapos Jayawijaya

Pencarian

“Adat”

226 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Rekrut MRP Sesuai Wilayah Adat
Nabire

Rekrut MRP Sesuai Wilayah Adat

NABIRE - Majelis Rakyat Papua (MRP) merupakan lembaga kultur dan representatif Orang Asli Papua (OAP). Berarti kelembagaan ini hanya bisa diduduki OAP dengan garis keturunan sesuai wilayah adatnya yang benar-benar asli. Demikian dikatakan John Wayar, Ketua Dewan Adat Wilayah Nabire.

Foto berita: Pengurus IKT, Penasihat dan Tua Adat Toraja Bahas Kematian dr. Mawarti
Nabire

Pengurus IKT, Penasihat dan Tua Adat Toraja Bahas Kematian dr. Mawarti

NABIRE - Kematian dokter spesialis paru, dr. Mawarti Susanti belum lama ini membuat sejumlah pihak, secara khusus masyarakat Toraja yang ada di Kabupaten Nabire, merasa kehilangan. Akhirnya pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT), penasihat dan tua adat Toraja semalam melakukan pertemuan interen.

Foto berita: DPRD Nabire Mediasi Pengusaha Kayu-Masyarakat Adat Dengan Instansi Terkait
Nabire

DPRD Nabire Mediasi Pengusaha Kayu-Masyarakat Adat Dengan Instansi Terkait

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mediasi pertemuan antara pengusaha kayu dan perwakilan masyarakat pemilik ulayat dengan instansi pemerintah terkait dengan penahanan 50 kontainer kayu olahan asal Nabire di Surabaya oleh tim Penegak Hukum (Gakum), November 2022 lalu. Pertemuan yang digelar di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Nabire, dipimpin Wakil Ketua II, Muhamad Iskandar, Senin (27/3), Tim Gakum itu sendiri tidak hadir.

Foto berita: Pemkab Nabire Diminta Verifikasi dan Klasifikasi Kampung Adat
Nabire

Pemkab Nabire Diminta Verifikasi dan Klasifikasi Kampung Adat

NABIRE – Pemenrintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi tekns terkait diminta untuk melakukan melakukan verifikasi dan klasifikasi kampung adat di Kabupaten Nabire. Masyarakat adat tidak bisa melakukan verifikasi dan klasifikasi kampung adatnya.

Foto berita: Wamendagri Terima Pelepasan Tanah Adat di Kampung Kimi
Nabire

Wamendagri Terima Pelepasan Tanah Adat di Kampung Kimi

NABIRE – Saat Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, John Wempi Wetipo, Rabu (8/2/23) malam, seuai pertemuan dengan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Wamendagri menerima kehadiran Tim 58 yang pernah bersama mantan Bupati Nabire Drs. AP Youw yang berjuang hadirnya pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Foto berita: Masyarakat Adat Nabar Minta Kota Nabire Digeser ke Barat
Nabire

Masyarakat Adat Nabar Minta Kota Nabire Digeser ke Barat

NABIRE - Masyarakat adat dari Nabire Barat yakni suku Yeresiam, Yaur dan Umar menyatakan sikap untuk menerima ibukota Nabire bergeser ke Nabire Barat. Dan masyarakat adat 3 suku siap melepas tanah adat untuk kebutuhan lokasi ibukota Nabire, berapapun luasnya yang dibutuhkan pemerintah untuk membngun ibukota. Alasannya, masyarakat adat menerima kota Nabire digeser ke barat karena Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah sehingga cepat atau lambat Nabire akan menjadi Kota Madya. Oleh sebab itu, masyarakat dari 3 suku adat se Nabire Barat menyatakan bersedia melepas tanah adat secara gratis untuk menggeser ibukota Nabire ke barat.