Lompat ke konten utama
Papuapos Jayawijaya

Pencarian

“NU”

1717 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Kasus Kematian Babi di Nabire Mulai Menurun
Nabire

Kasus Kematian Babi di Nabire Mulai Menurun

NABIRE - Berdasarkan laporan dari Penanggungjawab Posko Penanggulangan ASF, Fransisco M. Maker, S.PT., kasus kematian babi yang terkena penyakit African Swine Fever (ASF) sudah mulai menurun dibandingkan pada kasus di akhir tahun 2024.

Foto berita: 16 Perkara PHPU Provinsi Papua Pegunungan
Nabire

16 Perkara PHPU Provinsi Papua Pegunungan

JAKARTA - Sebanyak 16 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024, telah teregistrasi di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI).

Foto berita: Kapal Sabuk Nusantara 58 Layani Yaur
Nabire

Kapal Sabuk Nusantara 58 Layani Yaur

NABIRE – Rabu (8/1/2025) pagi, Kapal Perintis Sabuk Nusantara 58 telah berlabuh di Yaur. Sejumlah tokoh masyarakat bersama Tripika dan Kepala Distrik Yaur, Martina Hamberi, menyambut berlabuhnya Sabuk Nusantara di Kwatisore.

Foto berita: Sampah di Karang Tumaritis Semakin Menumpuk!
Nabire

Sampah di Karang Tumaritis Semakin Menumpuk!

NABIRE - Sampah di sekitar Pasar Karang Tumaritis semakin menumpuk, terhitung sebelum Natal, yaitu 24 Desember 2024 sampah yang ada sampai sekarang pada Senin (6/1/2025) jam 13.45 WIT, belum diangkut oleh petugas kebersihan.

Foto berita: Sidang PHP akan Digelar 8 Hingga 16 Januari 2025
Nabire

Sidang PHP akan Digelar 8 Hingga 16 Januari 2025

NABIRE - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Provinsi Papua Tengah telah dilaksanakan, dimana pasangan Meki Nawipa dan Deinas Geley meraih suara terbanyak dan berpeluang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Papua Tengah, namun dari hasil yang telah disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah, Pasangan Calon (Paslon) lainnya seperti Willem Wandik dan Aloisius Giyai, Natalis Tabuni dan Titus Natkime, Wempi Wetipo dan Agustinus Anggaibak, melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).