NABIRE - Kepala Kampung, Waroki Koten Wonda bersama Sekretaris Kampungnya, Ferdinand Samori meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nabire agar secepatnya membangun dua jembatan rusak sebelum memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 Nopember 2024 nantinya.

Kedua jembatan yang rusak itu satunya berada di seputar ruas jJalan Kalibobo Waroki atau di Kali Wadio Dua, sementara yang satunya berada di ruas Jalan Waroki kiri menuju Kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat, karena dengan kerusakan dua jembatan ini sering terjadi kecelakaan, dimana sejumlah motor yang kurang hati-hati pasti jatuh.

Dari kedua jembatan yang rusak ini, khusus untuk jembatan Kali Wadio dua dibangun dengan bahan batang kelapa, sehingga dengan berjalannya waktu pasti batang kelapanya hancur, sementara jembatan yang berada di Kampunmg Waroki kiri menuju Kampung Kali Semen juga termakan usia, sehingga jembatannya ambruk.

Dikatakan Koten Wonda kepada Papuapos Nabire, Senin (21/10/2024) seraya menambahkan, dalam kegiatan mobilisasi logistik hingga pantauan Pilkada dipastikan ada hambatan di seputar Kampung Waroki hingga Kampung Kali Semen, sehingga diharapkan dua jembatan tersebut rusak berat harus secepatnya dibangun kembali.

Kedua jembatan yang mengalami kerusakan ini bukan berada di jalurjalur masuk, tetapi berada di jalan utama yang setiap kali dilalui oleh masyarakat saat keluar dan masuk kembali ke Kampung Waroki, sehingga membutuhkan perhatian dan keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Nabire.

Lanjut dikatakan Koten Wonda, kedua jembatan yang rusak ini tidak mungkin dibangun dengan menggunakan dana desa, tetapi ini ruas jalan utama yang menghubungkan kabupaten ke kampung dan juga yang menghubungkan kampung ke kampung, sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membangun kedua jembatan yang rusak berat itu.

Sesungguhnya bukan kedua jembatan saja yang rusak berat, tetapi juga ruas jalan dari Kelurahan Kalibobo ke Kampung Waroki dan juga dari Kampung Waroki ke Kampung Kali Semen juga sangat rusak berat. "Tetapi kami utamakan dua jembatan yang rusak ini harus dibangun sebelum Pilkada Bupati dan Gubernur Papua Tengah yang tinggal satu bulan lagi," tandasnya.(des)