PANIAI - Pesawat perintis Tariku Aviation PK-RBP, dikabarkan tergelincir saat parkir setelah landing di Lapangan Terbang (Lapter) Dadou, Distrik Siriwo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, Jumat (31/07/2020).

Tokoh Intelektual Siriwo, Naftali Pakopa mengaku, adanya laporan dari warga yang ia terima membenarkan pesawat Tariku Aviation PK-RBP tergelincir pada parkir area Lapter yang basah dan licin mengakibatkan pesawat keluar dari landasan parkir, dan masuk ke semak-semak arah jurang terjal.

Dikatakan Naftali, pesawat tersebut tergelincir saat mengantar bahan makanan (Bama) bantuan sosial (Bansos) yang diperuntuhkan bagi penerima manfaat untuk warga masyarakat Distrik Siriwo dari Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai melalui Satgas Jaringan Pengaman Sosial.

Dijelaskan Naftali, pesawat Tariku sebelumnya dari Bandara Enarotali ke Dadou, Kamis (30/07/20) sempat mengantar Bama Bansos sebanyak 6 flight ke Distrik Siriwo dan Jumat (31/07/20) tergelincir tepat pukul 14.04 WIT saat mengantar Bama Bansos pada flight kelima yang awalnya direncanakan 6 flight.

“Pesawat itu sebelumnya pada Kamis tanggal 30 sempat droping Bama sebanyak 6 kali, lalu lanjut lagi hari Jumat tanggal 31 dijadwalkan 6 kali pendropingan, tapi pada pukul 14.04 WIT saat pendropan yang ke5 pesawat tergelincir dan masuk ke semak-semak arah jurang,” bebernya.

Menurut Naftali, kejadian itu mengakibatkan, ban pesawat sebelah kanan patah dan sayap pesawat mengalami kemiringan lantaran menabrak pagar milik warga setempat, namun pilot dan co pilot selamat.

“Kondisi pesawatnya itu ban sebelah kanan patah dan sayap pesawat miring karena menambrak pagar milik warga, sedang pilot dan Co nya selamat,” tutur Naftali.

Sementara itu, didasarkan pada laporan yang diterima dari Kepala Bandara Enarotali, Alex Lamba, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan pesawat yang memuat bantuan sosial berupa bahan makanan ini sebelumnya diketahui berangkat dari Bandara Enarotali sekitar pukul 10.07 WIT dengan tujuan Distrik Siriwo.

“Jadwal pesawat landing di Distrik Siriwo dua kali untuk memuat Bansos kesana, namun pada penerbangan pertama pesawat mengalami kecelakaan,” kata Achmad Mustofa Kamal, seperti diliris topikpapua.com, Sabtu (01/08/20).

Dijelaskan Kamal, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Ramsei dan Co-pilot Kapten Edo tersebut memuat 100 karung beras dan 100 paket Sembako seperti, gula, kopi, garam, minyak dan Sembako lainnya.

“Jadi kecelakaannya itu terjadi sekira pukul 11.45 WIT, karena musibah itu pesawat tidak bisa balik lagi ke Bandara Enarotali untuk muat Sembako,” jelas Kamal.

Hingga kini dilaporkan pesawat masih berada di ujung Lapter Distrik Siriwo, sementara pilot dan co pilot sudah diterbangkan kembali ke Enarotali.

“Jadi karena tidak bisa kembali terbang, maka pilot dan co-pilot diterbangkan ke Enarotali dengan heli PK-Inc, kondisi mereka baik dan saat ini sedang istirahat di Guest House Kabupaten Paniai,” kata Kamal.

Sementara itu menurut Kamal, hingga kini pesawat Tariku Aviation PK-RBP masih berada di lokasi kejadian.

“Sampai saat ini pesawat masih berada di TKP dan untuk proses evakuasi pesawat masih menunggu keputusan dari pusat PT. Tariku Aviation PK-RBP dari Jayapura,” pungkasnya.

Wartawan, beberapa kali menghubungi Ketua Satgas Jaringan Pengaman Sosial Kabupaten Paniai melalui saluran telepon selulernya, namun tak digubris sehingga sampai berita ini diturunkan belum terkonfirmasi terkait kepastian bantuan sosial, waktu dan dalam satu hari berapa kali flight penerbangan yang dijadwalkan ke Distrik Siriwo.(eby/ist)