NABIRE - Sangat Ironis hingga saat ini SD Inpres Yanarif yang terletak di Kampung waroki Kiri hingga saat ini tidak memiliki buku induk data murid atau siswa. Sementara kita ketahui bahwa SD Inpres yanarif Waroki kiri ini dapat beroperasional semenjak tahun 2007 silam dan telah menamatkan sejumlah angkatan atau lulusan, namun hingga saat ini SD tersebut tidak memiliki buku induk murid. Sehingga membuat kepala sekolah SD Inpres Yanarif Waroki kiri ini bersama dua orang staf guru yang juga mantan Kepala SD Inpres Kampung Waroki dan mantan Kepala Sekolah SD Inpres Negeri 3 sangat kewalahan dalam melaksanakan tugas. Demikian dikatakan Kepala SD Inpres Yanarif Waroki Kiri Sebastianus Resirwawan kepada Papuapos Nabire, Senin (20/4/2020), di seputar Kantor Dinas Pendidikan seraya menambahkan, data murid yang ada hingga yang telah lulus itu sangat penting, karena semunya itu menyangkut data Dapodik ke pusat. Untuk mengejar data–data murid yang hingga kini masih berstatus murid pada SD Inpres Yanarif, terpaksa pihak sekolah harus kembali meminta data Kartu Keluarga (KK) dan juga akte kelahiran agar dibuat data baru yang selanjutnya dipadukan lagi dengan data dinas pendidikan. Dan setelah dilakukan pendataan semua murid yang ada di SD Inpres Yanarif, barulah dilakukan pendataan murid angkatan pertama hingga angkatan terakhir yang telah tamat dan selanjutnya dibuat dalam satu buku induk sekolah. Sebab, gedung boleh terbakar atau roboh akibat musibah apapun dan kepala sekolah dan guru boleh diganti serta ijazah anak boleh rusak atau hilang dan buku raport bisa hilang, tetapi buku induk sekolah tidak boleh hilang atau dipindahtangankan.(des)