Kajian Ilmiah Pers (22) Harta Kekayaan Pertama Wartawan adalah Kata-kata
NABIRE - Wartawan Indonesia sebaiknya punya koleksi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) di lemari rak bukunya. Karena modal pertama seorang wartawan adalah kata-kata. Dengan menguasai banyak kata-kata seseorang akan lebih punya kemampuan dan kelancaran dalam membuat satu kalimat dan alinea yang membangun seluruh struktural tema tulisan.

NABIRE - Wartawan Indonesia sebaiknya punya koleksi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) di lemari rak bukunya. Karena modal pertama seorang wartawan adalah kata-kata. Dengan menguasai banyak kata-kata seseorang akan lebih punya kemampuan dan kelancaran dalam membuat satu kalimat dan alinea yang membangun seluruh struktural tema tulisan.
Setiap kata memiliki makna awalnya yang disebut hermeneutika. Artinya makna kata secara penahaman pada umumnya dari setiap penghalan kata, yang berdiri sendiri sebelum ia menjadi suatu istilah khusus dalam makna terminologis.
Dalam setiap kamar atau folder disiplin ilmu, setiap kata maknanya berlaku khusus dalam makna terminologis itu. Dan makna itu tidak berlaku di terminologi ilmu lain atau hermeneutika.
Yang ketiga, kata dapatkan menjadi makna tersendiri dalam idiom-idiom tertentu yang dipengaruhi kelompok pengguna bahasa, wilayah maupun trend yang dinamis di dalam dialektika masyarakat. Idiomatik-idiomatik ini juga bisa berupa singkatan yang dipahami oleh khalayak. Misalnya untuk wilayah Indonesia Barat orang menyebut mobil bak terbuka itu pick up, tapi di Indonesia Timur mobil Blakos (belakang kosong).
Ketika kata-kata itu bisa memiliki makna tersendiri dalam tiga sudut pandang diatas, maka kemampuan memilih kata yang tepat atau diksi, harus menjadi keterampilan tersendiri bagi seorang wartawan. Kadang beberapa kata memiliki padanannya sehingga pengguna bisa membuatnya sebagai variasi agar tidak menjadi pengulangan yang menggangu alur kalimat.
Karena khazanah bahasa juga berinteraksi dengan semakin terbukanya arus informasi dan komunikasi antar bangsa dan bahasa, maka kata-kata mengalami proses Indonesiasi. Di bidang pengetahuan juga memiliki perkembangannya tersendiri yang semakin memperkaya kata-kata istilah terminologs.
Menurut Abdul Munib, sehebat apapun kata-kata posisinya adalah pengikat untuk makna. Sehingga kata-kata hanya bentuk raga, dari hakikat makna yang dikandung di dalamnya. Makna pertama atau pengetahuan awal berupa subjek (konsepsii), makna atau pengetahuan kedua berupa predikat (predikasi/afirmasi) setelah melakukan serangkaian ferivikasi (konfirmasi, observasi, investigasi, klarifikasi maupun riset dokumentasi).
Kata terbentuk dari susunan huruf-huruf. Dan huruf-huruf adalah hasil dari perjalanan kebudayaan manusia dalam sisi berkomunikasi. Ketika huruf masih berbentuk bunyi artikulatif (dari mahraj) dalam rongga mulut, pengetahuan manusia dirangkum dalam tradisi cerita tutur. Sejak huruf ada manusia bisa menyimpan seluruh gagasannya atau catatannya di dalamnya.(amd)
Bagikan artikel ini



