LKPP Gelar Bimtek SPSE Tingkatkan Kapasitas Usaha OAP
NABIRE - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) bagi pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah.

NABIRE - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) bagi pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula RRI, Selasa (23/10/2024) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha OAP dalam mengikuti tender pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Dalam sambutannya Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP.,M.M, diwakili oleh Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Alfredo Manase Asmuruf, S.STP.,M.Si, menyampaikan, Bimtek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelaku usaha lokal, khususnya OAP, untuk turut serta dalam pembangunan daerah.
Dengan memahami SPSE, para pelaku usaha OAP diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi. "SPSE merupakan sistem yang transparan dan akuntabel dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan mengikuti Bimtek ini, para pelaku usaha OAP diharapkan dapat memanfaatkan sistem ini secara optimal," ujar Alfredo.

LKPP, sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat Papua. Menginisiasi pelatihan ini sebanyak 80 peserta. Peserta dari berbagai latar belakang usaha mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (Rabu hingga Kamis, tanggal 23 hingga 24 Oktober 2024).
Selama Bimtek, para peserta diberikan materi mengenai tata cara pendaftaran di SPSE, cara mengikuti lelang, hingga penyusunan dokumen penawaran. Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber.
Salah satu peserta Bimtek mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. "Saya baru memulai usaha dan Bimtek ini sangat bermanfaat bagi saya," ujarnya.
Ketua Panitia Agus Sudarwanto yang diwakili oleh Alpius Muyapa, S.IP, menyampaikan tujuan Bimtek penggunaan aplikasi SPSE bagi pelaku usaha OAP, yakni untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait SPSE. Sehingga pelaku usaha OAP mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam pengadaan dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Lanjutnya, mendorong pelaku usaha OAP untuk lebih aktif berkompetisi di pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai regulasi. Kegiatan Bimtek SPSE sangat penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha OAP di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
"Kami berharap dengan adanya Bimtek ini, semakin banyak pelaku usaha OAP yang dapat memenangkan tender dan berkontribusi dalam pembangunan daerah," ungkapnya.
Bimtek SPSE ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha OAP dalam pembangunan di Provinsi Papua Tengah. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat Papua Tengah dapat semakin meningkat.
Kegiatan Bimtek ini dihadiri para narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Papua, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa kabupaten se Papua tengah, perwakilan dari DPMPTSP kota Jayapura, Ketua Kamar Adat dan Pengusaha di Papua Tengah serta para pelaku usaha OAP.(sam)
Bagikan artikel ini



